Kalimat diatas kerap kali kita dengar dalam kehidupan kemasyarakatan. "musuh dalam selimut"
yaitu sebuah peribahasa yang kurang lebihnya berkaitan dengan musuh yang sulit diketahui. Selain itu dapat dijelaskan juga sebagai lawan yang sulit untuk diketahui karena tidak bisa dibedakan dengan kawan sendiri.
Orang yang menyadang gelar "Musuh dalam selimut" ini ada dalam lingkaran kehidupan kita, bisa jadi ia merupakan sahabat, kerabat atau pun sanak famili kita sendiri. Kepercayaan mempercayai sulit sekali kita dapatkan, Apalagi mengingat di zaman yang semua fikiran manusia hampir bersifat materialistik. Tak segan orang kepercayaan kita ataupun sahabat akan berubah 180' demi kepentinganya pribadinya.
Pertanyaan mendasarnya adalah pada siapa kah kita harus mempercayai rasa kepercayaaan ini. Lalu bagaimankah kita dapat mengetahui keberadaan sosok yang terdapat didalam selimut tersebut. hahahahaha. Penulis tak mampu menjawab. karena jangan-jangan saya juga termasuk musuh dalam selimut.
Namun setidaknya pintar-pintarlah memilih kawan. Lingkungan yang sehat akan menghasilkan pikiran yang sehat pula, begitu pun sebaliknya. Janganlah mudah percaya terhadapat sesuatu perkataan tanpa kita tahu fakta integritas dilapangan. Pelajari dahulu motif yang terjadi dalam suatu peristiwa yang menyangkut diri kita.
menurut subjektif saya melalu teropong kehidupan yang saya amati, manusia indonesia itu cenderung "kepo" yaitu rasa ingin tahu yang besar. Sampai-sampai mereka ingin tahu persoalan pribadi orang lain. Dimana hal tersebut akan dijadikan bahan obrolan atau "gosip". Notabenenya mereka akan sangat antusia jikalau ada isu atau intrik baru dalam peribadi seseorang, bahkan temannya sekalipun.
Sebagai sekedar saran, ada beberapa poin yang saya ingin sampaikan.
- Janganlah kita terlalu jauh menceritakan mozaik kehidupan kita kepada seseorang, alias curhat. Karna bisa jadi hal itu akan mengatarkan kita pada sebuah kehancuran karakter.
- Pribadi yang hebat lahir bukan dari sebuah sendagurau wacana yang tidak memiliki nilai edukasi melainkan dari aksi nyata dan keilmuan yang bersumber.
- Minimalisir atau hilangkan rasa "kepo" yang tak besar.
- Terakhir banyak banyaklah mengingat Nama Tuhan Pencipta Alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar