Jumat, 19 Desember 2014

DALAM BATAS RUANG



 
Ada sebuah ruang kala dimana ruang itu dipenuhi dengan kebaikan maka baiklah seluruhnya, sebaliknya apabila ruang itu dipenuhi keburukan maka buruklah seluruhnya.

Terkadang ketidak mengertian akan proses penciptaan ruang itu membuat harus merangkak dan mengendus untuk menemukan keindahan sejati dari ruang itu. Telah banyak ku isi dengan catatan panjang hidupku yang terbilang berliku hingga tak tentu arah.

Saat aku mencoba menghunus fikiranku untuk mengendalikan ruang tersebut, tapi apa yang kudapati hanya kekosongan serta kegalauan yang membumbung tinggi. Nafsu kian berkecamuk dalam rongga hati, seolah dahaga ku tak terbalas dengan banyaknya jutaan air yang ku teguk.

Tetapi saat aku basuh raung itu dengan kerendahan hati, ketenangan sempat menghampiriku untuk menyapa walau sesaat. Sontak badai menerpa konsistensi, ia menguji ketenangan tersebut. lepaslah untuk kesekian kalinya. 

Ruang itu bukanlah bentukan dari sebuah material, mata pun tak dapat menjangkau keberadaannya seakan-akan ada jarak yang terlampau jauh padanya. Tetapi, ruang itu dapat dirasakan seolah ia sangat dekat dengan urat leher.  Apakah karena indra kita memliki keterbatasan sehingga tak mampu menembus ruang tersebut.

Harapan yang membilang-bilang bahwa gejala yang terbilang absurd ini mampu menjadi pelecut bagi kosongan ruang ini. Sehingga secercas cahaya dapat melintas memasuki imaji rahmat Tuhan yang pernah dijanjikan. Bukankah janji tuhan itu adalah benar.

Sementara waktu terus bergulir untuk menghanyutkan fikiran ini dalam ketidakteraturan hidup. Aku menerka, menimbang, menila, namun belum dapat memutuskan. Dari mana ku menmgawali pergerakan ini.. Sejatinya aku hanya ingin menemukan ketentraman.Bilamana Ruang itu akan dielaborasikan dengan tauhid, aqidah, dan ahlak. Tentulah nikmat ku cicipi.

Ruang itu akan bercinta dengan kebahagian yang hakiki dimana Tuhan menurunkannya dalam proses yang tersiasat dengan kearifan. Beruntung bagi insan saat ia merdeka dan menemukan kunci untuk membuka ruang tersebut. 

Kemudian diisinya dengan cawan madu yang dibasahi oleh putihnya susu, sehingga titian takdir tak lagi menemukan persimpangan. Jalan yang lurus terbuka. Pelita dalam gelap menjadi lentera penujuk arah. Ruang itu jauh dari kesesatan. Kemenangan sebagai khalifah didunia ini pun dapat diraih. sekali lagi proses akan mengajarkan kita untuk membuka ruang misteri tersebut sehingga tak ada lagi hijab diantara ruang itu sendiri dengan keberadaan aku. #AF


Tidak ada komentar:

Posting Komentar