Sabtu, 20 Desember 2014

Amplop Putih Untuk Ibu

 
Hari ini aku ingin mengucap syukur atas segala nikmat dan rejeki yang Allah berikan. Sungguh tak terduga rahmat Allah datang dengan tak disangka-sangka. Selepas acara syukuran atas pencapaian teater Ghanta meraih penghargaan juara 2 dalam ajang Festival Teater Jakarta (FTJ), disitulah rejeki Allah menghampiriku. Kuterimanya selembar amplop putih  yang di ujung sisi kanannya bertuliskan nama ku. Ipehlah yang memberikannya,” Ini dil buat lo”, Katanya sambil tersenyum. Fikir ku langsung mencoba menerka-nerka apa isi didalam ampol tersebut.

Dalam acara yang digelar sabtu sore itu, aku dan kawan-kawan teater ghanta melakukan makan bersama, ditambah obrolan ringan yang membahas kondisi organisasi kami kedepannya. Maklum organisasi kami sedang ditimpa badai, yaitu perkara kisruh yang terjadi dikampus kami.

Sesampainya dipenghujung acara syukuran itu aku mulai bersiap dan bergegas untuk segera pulang ke Rumah. Namun saat masih di perjalanan aku berniat untuk mampir sejenak dan singgah ke kosan pacarku yang berada di pasar minggu. Tibalah aku di teras kosannya. Aku segera memberikan amanah yang dititipkan kepadaku dari ipeh, yaitu juga selembar amplop. Lalu setelah pacarku menerimanya, kami pun bersepakat untuk keluar sekedar mencari hidangan makan malam. Kebetulan perut kami berdua masih dalam keadaan lapar.

Kami pun melaju dengan motor matic kepunyaanku. Sementara aku masih menduga-duga berapakah jumlah nominal yang ada didalam amplop yang aku terima. Tak sabarnya ingin kubuka dan kusaksikan jumlah yang kudapatkan dari hasil keringat ku ini. Kemudian sampailah kami disebuah tempat makan, D hara namanya sebuah food court yang baru baru ini dibangun di jalan salihara pasar minggu. Setelah makan kami bersepakat untuk segera pulang, berhubung waktu sudah larut. Lalu Kuantarkan pacarku menuju kosannya.

Selanjutnya perjalanan kembali kerumah pun harus aku tempuh, cuaca saat itu cukup membuat tubuh ini menggigil, karena hujan sedari siang telah mengguyur ibu kota. Ditengah perjalannan kusempatkan untuk menepi di bahu jalan. Kuambil selembar amplop tersebut kemudian kurobek bagian atasnya. Ternyata ada uang pecahan 100 ribu berjumlah 5 lembar, totalnya ya 500 ribu.

Memang tidak seberapa  tetapi ada kepuasan yang aku rasakan saat itu. Inilah yang ku maksud rejeki Allah datang tak disangka-sangka. Uang itu rencananya akan kupergunakan untuk membeli telpon seluler baru. Dikarenakan hp ku yang kumiliki saat ini sudah memperlihatan gejala kerusakan. Tapi seketika saat itu aku berubah fikiran. Ku urungkan niat ku tersebut, lebih baik ku bawa pulang saja uang ini dan kuberikan kepada seorang wanita yang sangat aku cintai. Dialah ibu ku.

Rejeki ini adalah untuk ibu ku yang dititipkan oleh Allah melalui perantara aku. Mama , maafkan anak mu yang belum bisa membahagiankan mu, merawatmu, dan menjaga mu. Hasil keringat ini kupersembahkan untuk mu, semoga niat baik ini dapat berkelanjutan sampai maut memanggil ku. Kelak aku dengan segala keterbatasanmu akan mampu membuat engkau tersenyum selalu wahai bunda ku. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar