Minggu, 31 Mei 2015

Hati-Hati Dengan Hati

 “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim


Apabila penulis merujuk dari hadist diatas maka penyebab hati seorang hamba itu menjadi gelisah dapat diidentifikasi dari prilakunya.  apabila dalam tindak tanduknya kemaksiatan mendominasi perjalanan hidup seorang manusia niscaya hati akan kering dan kehilangan maknanya. Sebaliknya bila hati kerap diberikan asupan-asupan nilai-nilai kebaikan yang menjunjung tinggi moralitas maka dengan sendirinya ketenang dapat dirasakan.


Maka perlunya seorang hamba menjaga hatinya, merawatnya, serta memberikan hal-hal positiv sehingga hati kian jauh dari kegulitaan. Sejatinya hati merupakan pelita, ia sebagai material kehidupan yang mampu memberikan jawaban dari kebimbangan seorang hamba.


Ragam cara untuk memelihara hati, salah satunya dengan mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Ditambah dengan semakin banyak kita melakukan muhasabah diri atau introspeksi diri. Tanyakan pada hati kita masing-masing apakah yang sudah kita lakukan dalam hidup kita. Jangan-jangan tanpa sadar tubuh ini pernah berbuat dosa.

Mari sama-sama kita mencurigai diri kita saat ini, apa yang membuat hati kita menjadi tak tenang.  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar